Kemungkinan Balas Dendam selalu Ada*

272_lOleh: Sanusi Pane (Reporter Harian Umum Tangerang Tribun)

Diolah dari hasil wawancara dengan Ahmad Makki (Pemerhati Sosial dan Budaya)

Rasa tidak puas dari kelompok-kelompok tertentu terhadap kematian tiga terpidana mati Bom Bali I, Amrozi cs, menjadi bahan yang harus dipertimbangkan pihak-pihak berwenang dikemudian hari. Bukan menakuti, sebab potensi untuk melakukan aksi balas dendam dari kalangan ini dalam setiap kesempatan selalu ada.

Secara psikologis, kalangan Islam garis keras, yang mengartikan Islam sama dengan menegakkan hukum Tuhan di dunia, pasti akan menilai bahwa hukuman mati terhadap 3 “pejuang” tersebut adalah bentuk ketidaksetujuan pemerintah terhadap perjuangan Islam itu sendiri. Hanya saja, dalam hemat pemikiran saat ini, gerakan balas dendam tersebut belum mungkin dilakukan dengan segera.


Kita mengetahui, yang dibawa Amrozi cs dalam perjuangannya adalah konsep jihad. Ini juga yang dapat mengobarkan semangat kefanatikan atau semangat ideologis itu sendiri untuk menggerakkan orang, baik yang simpatik, atau yang sependapat dengan ketiganya selama ini untuk melakukan aksi serupa dengan apa yang dilakukan oleh mereka. Pertanyaannya, apakah yang dilakukan amrozi ini untuk ditiru atau hanya sebuah konsep pribadi yang lahir dari pemikiran pribadi pula?

Melihat hal tersebut, saya melihat banyak versi yang dapat menggerakan orang atau kelompok tertentu untuk melakan tindakan yang sama. Atas kesepakatan kelompokkah, Atas inisiatif pribadi, atau atas pandangan ideologi tertentu. Yang jelas banyak cara dan banyak kemungkinan tindakan kolompok-kelompok atau pribadi Islam keras ini yang akan bermunculan setelah eksekusi ketiganya beberapa saat yang lalu. Yang mengkhawatirkan adalah, jika hal ini akan menjadi tren di kalangan mereka.

Sekadar perumpamaan, setelah dilakukannya eksekusi beberapa waktu yang lalu, aparat kepolisian banyak menerima laporan adanya pemasangan bom di lokasi-lokasi tertentu. Sedikitnya puluhan ancaman itu datang dari berbagai pihak. Sebagai contoh, dalam satu kasus diakui oleh pengirim SMS ancaman bom, bahwa hal tersebut dilakukan karena rasa simpatiknya kepada Amrozi cs, dan bukan atas perintah seseorang atau kelompoknya. Ini bukti adanya potensi ancaman dari orang-orang yang mengagumi Amrozi cs., dan memungkinkan melakukan tindakan sama dengan apa yang telah dilakukan oleh Amrozi dan kawan-kawan itu. Saya melihat bisa saja dalam komunitas-komunitas tertentu Amrozi cs dipandang sebagai “pahlawan” karena telah menjadi martir bagi kelompok yang serupa garis ideologinya. Karenanya, untuk mengantisipasi hal tersebut, saya harus mengatakan bahwa perlu pengawasan tertentu untuk mengantisipasi potensi aksi-aksi teror setelah dieksekusinya Amrozi cs. Dan saya melihat hal ini sudah cukup diantisipasi oleh aparat berwenang.

Berkaitan dengan hal ini, saya berharap pihak-pihak berwenang di Indonesia harus pintar melakukan pengamatan mendalam terhadap potensi tindakan teror yang mungkin terjadi pasca eksekusi ketiganya. Tapi mudah-mudahan saja, pemerintah dapat melihat ini dengan cepat dan dapat mencarikan solusi terbaik. Dan perlu diingat, secara sosial, radikalisme adalah salah satu bentuk paling ekstrem dalam melawan kegagalan negara memenuhi kebutuhan mayoritas rakyatnya.

*) Dimuat di Harian Umum Tangerang Tribun Edisi, Sabtu (15/11/2008)

Iklan

One response to “Kemungkinan Balas Dendam selalu Ada*

  1. kenal lah pak… gimana nih kabarnya… bantu bantu gw dong 🙂

    Makki: Apa yang bisa dibantu, coy?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s