Jl. Sedap Malam

bacon_02

Hari yang singkat bermula

saat mentari telah tinggi

kita ceritakan Bharata dengan belek

masih di sudut mata

atau heroisme Abimanyu yang kau hargai

sehangat kopi pagi.

(saya lupa menutup keran)

ada silsilah yang dirunut dengan cerita

saya terbayang ketika dunia

penuh dengan kata-kata siaga

atau sepotong kalimat yang dibayar

dengan nyawa

untung kita lupa pada de la Serna -kau

ingat jasadnya yang kusut dan tengadah?-

atau kamar mandi tak akan terusik.

Ciputat, 19 Februari 2005.

Iklan

2 responses to “Jl. Sedap Malam

  1. Keep write….!

    Makki: Thanks kunjungan dan semangatnya coy. Kapan-kapan gantian

  2. Tak ada kata yang menari
    tak ada kalimat yang berdansa dansi
    Kreativitas memang harus diperas layaknya susu sapi
    tapi bukan berarti harus mengebiri
    dengan ikatan teori dan kritik sastra yang bau tai
    pada akhirnya, puisi-puisi ini
    layaknya anak yang masuk fakultas ekonomi
    k’rna cita-cita mami papi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s